Kekacauan besar terjadi di Venezuela setelah invasi mendadak oleh Amerika Serikat, yang dikabarkan telah menangkap Presiden Nicolás Maduro. Sementara partai oposisi di pengasingan mengklaim Maduro telah bernegosiasi untuk keluar, pejabat tinggi Venezuela, termasuk wakil presiden Deli Rodriguez dan menteri pertahanan, menuntut bukti hidup dari Maduro dan mengecam invasi tersebut.

Senator AS Mike Lee mengklaim bahwa Maduro sedang dipindahkan ke AS untuk diadili atas tuduhan kriminal. Namun, pernyataan ini menambah kebingungan di tengah situasi yang tegang. Belum ada konfirmasi resmi mengenai keadaan Maduro, yang diyakini telah ditangkap dalam operasi tersebut.
Sementara itu, menteri pertahanan Vladimir Padrino Lopez menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya negosiasi dan menyebut tindakan ini sebagai agresi militer yang kriminal. Pernyataan dari pemerintah Venezuela menunjukkan bahwa mereka sedang menilai jumlah korban yang ditimbulkan oleh serangan ini.
Kolombia, yang berbatasan langsung dengan Venezuela, juga bereaksi cepat. Presiden Gustavo Petro mengutuk invasi tersebut dan mengumumkan bahwa pasukan publik dikerahkan ke perbatasan untuk menangani kemungkinan gelombang pengungsi. Dia menyerukan pertemuan segera Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi ini.
Dalam pernyataan yang lebih luas, para pemimpin dunia mengecam invasi ini sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Venezuela. Kritik datang dari berbagai pihak, termasuk senator AS yang menyebut tindakan ini sebagai perang yang tidak sah dan memperingatkan bahwa tindakan ini dapat merusak tatanan dunia pasca-Perang Dunia II.
Situasi di Venezuela saat ini sangat tidak menentu, dengan laporan tentang korban jiwa yang terus berdatangan. Oposisi dan pemerintah Venezuela berselisih mengenai informasi dan langkah selanjutnya, sementara dunia internasional mengawasi perkembangan ini dengan cermat.
Kekacauan ini muncul di tengah pernyataan Donald Trump yang sebelumnya tidak terkait dengan invasi, menambah ketidakpastian dan kebingungan di kalangan publik. Semua mata kini tertuju pada Venezuela, menunggu klarifikasi dan perkembangan lebih lanjut dari situasi yang mengkhawatirkan ini.