Sun. Jan 11th, 2026

August 2025

Ingin Susul Timnas Indonesia, Vietnam Siapkan 7 Pemain Naturalisasi untuk Singkirkan Malaysia?

Ingin Susul Timnas Indonesia, Vietnam Siapkan 7 Pemain Naturalisasi untuk Singkirkan Malaysia?

Striker naturalisasi Timnas Vietnam Rafaelson (Nguyen Xuan Son) mencetak brace dalam laga debutnya saat melawan Myanmar di ASEAN Cup 2024.

SUPERBALL.ID – Timnas Vietnam dikabarkan akan menyiapkan tujuh pemain naturalisasi untuk bisa menyusul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia telah dipastikan lolos otomatis ke Piala Asia 2027 setelah berhasil melaju ke putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 beberapa waktu lalu.

Timnas Indonesia menjadi satu-satunya perwakilan negara Asia Tenggara yang masih memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

Saat ini, skuad Garuda sedang melakukan persiapan jelang melakoni pertandingan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Berdasarkan hasil undian kualifikasi putaran keempat, Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama tuan rumah Arab Saudi dan Irak.

Sedangkan Grup A dihuni oleh tuan rumah Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman.

Berbeda dengan Timnas Indonesia, sejumlah tim ASEAN lainnya seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia harus melewati babak kualifikasi terlebih dahulu untuk bisa tampil di Piala Asia 2027.

Menariknya, Vietnam dan Malaysia berada di grup yang sama dalam babak kualifikasi tersebut, yakni Grup F bersama Laos dan Nepal.

Ajang Kualifikasi Piala Asia 2027 telah berlangsung dua pertandingan pada Maret dan Juni lalu.

Timnas Malaysia untuk sementara memimpin puncak klasemen Grup F dengan torehan 6 poin.

Poin sempurna tersebut didapat Harimau Malaya usai meraih kemenangan atas Nepal (2-0) dan Vietnam (4-0).

Vietnam menyusul di peringkat dua klasemen Grup F dengan 3 poin, angka yang sama seperti Laos di posisi ketiga.

Sedangkan Nepal masih menjadi tim juru kunci karena belum mendapatkan poin sama sekali.

Menurut jadwal, pertandingan ketiga dan keempat akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Beberapa laporan menyebut bahwa Malaysia atau Vietnam menjadi tim yang paling difavoritkan untuk mendapatkan satu-satunya tiket ke putaran final dari Grup F.

Malaysia dan Vietnam akan kembali berhadapan di pertandingan terakhir Grup F pada 31 Maret 2026.

Untuk bisa menyusul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027, Vietnam tentu akan tampil habis-habisan di laga tersebut, apalagi bertindak sebagai tuan rumah.

Meskipun jadwal pertandingan tersebut masih cukup lama, Vietnam kabarnya telah melakukan berbagai persiapan.

Salah satu media setempat (Danviet.vn) mengabarkan bahwa kemungkinan skuad Golden Star Warriors akan menggunakan 7 pemain naturalisasi untuk menyingkirkan Malaysia.

“Diketahui bahwa Maret mendatang juga merupakan waktu di mana Nguyen Xuan Son, penyerang utama Timnas Vietnam, telah pulih sepenuhnya dari cedera dan siap untuk kembali,” tulis Danviet dalam laporannya.

“Selain itu, Hendrio (yang menggunakan nama Do Hoang Hen) hampir pasti akan memiliki kewarganegaraan Vietnam pada Januari 2026, dan kemungkinan besar akan dipanggil oleh pelatih Kim Sang-sik.”

“Kim Sang-sik juga mungkin akan memberikan kesempatan kepada dua pemain Vietnam berbakat dari luar negeri yang berkewarganegaraan Vietnam, yaitu Viktor Le dan Tran Thanh Trung.”

“Viktor Le sendiri telah bermain untuk Timnas U-23 Vietnam sejak Maret lalu, sementara Tran Thanh Trung baru-baru ini dipanggil untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.”

“Dengan demikian, jika menghitung tiga pemain keturunan Vietnam-Amerika lainnya yakni Nguyen Filip, Dang Van Lam, dan Cao Pendant Quang Vinh yang hampir pasti masuk Timnas Vietnam, Kim Sang-sik bisa menggunakan hingga tujuh pemain naturalisasi saat kembali bertanding melawan Timnas Malaysia.”

Sepak Bola Malaysia dalam Bayangan Gelap dan Investigasi FIFA?

SUPERBALL.ID – Krisis di Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menarik perhatian khusus dari opini publik dalam dan luar negeri, karena Presiden Joehari Ayub tiba-tiba mengundurkan diri hanya 6 bulan setelah terpilih.

Pengunduran diri Joehari Ayub merupakan perkembangan yang mengejutkan, tidak hanya karena singkatnya masa jabatannya, tetapi juga karena tanda-tanda adanya banyak konflik tersembunyi di dalam FAM.

Pengunduran diri yang mengejutkan dan pertanyaan besar

Sepak Bola Malaysia dalam Bayangan Gelap dan Investigasi FIFA? -  Superball.id

Joehari Ayub terpilih dengan suara mayoritas yang sangat besar pada kongres bulan Februari, menjadikannya presiden pertama dari Sabah dalam sejarah FAM, dengan masa jabatan yang berlangsung hingga 2029.

Namun, pada 27 Agustus, ia tiba-tiba mengajukan pengunduran dirinya dan langsung disetujui.

Pengunduran diri itu telah membuat para pengamat seperti Pekan Ramli berseru bahwa hal ini ‘aneh dan membingungkan’.

Menurut Pekan Ramli, pemungutan suara yang sangat besar biasanya berarti konsensus yang besar, tetapi kepergian mendadak ketua hanya dapat dijelaskan oleh konflik internal yang tidak pernah diungkapkan kepada publik.

Kursi paling berkuasa di sepak bola Malaysia kemudian dialihkan sementara kepada Wakil Presiden Yusof Mahadi.

Ini berarti, setidaknya hingga rapat umum tahunan 2026, sepak bola Malaysia akan beroperasi dengan status ‘penjaga’, sebuah prospek yang dikhawatirkan banyak pihak akan memperlambat reformasi yang sangat dibutuhkan.

Citra FAM tertekan oleh opini publik dan FIFA

Sepak bola Malaysia telah menjadi sasaran kritik selama bertahun-tahun, mulai dari kemunduran tim nasional hingga kekurangan manajemen.

Kini, perubahan mendadak dalam personel di posisi presiden semakin memperdalam keraguan tentang transparansi.

“Sebuah organisasi yang terus-menerus berganti kepemimpinan akan sulit meyakinkan penggemar dan sponsor,” ujar Pekan Ramli seraya memperingatkan bahwa FAM berisiko kehilangan kepercayaan publik.

Angka-angka keuangan tersebut menambah ketegangan.

Menurut Pekan Ramli, FAM saat ini kekurangan RM7 juta (Rp27 miliar) dari target pendanaannya.

Dalam konteks di mana para donor semakin berhati-hati, sebuah organisasi yang diragukan oleh opini publik dan memiliki kepemimpinan yang tidak stabil tentu akan kesulitan mempertahankan dukungan jangka panjang dari komunitas bisnis.

Kekhawatiran yang lebih besar adalah kemungkinan FIFA harus turun tangan.

Badan sepak bola dunia ini terkenal sangat ketat terhadap tanda-tanda campur tangan politik atau manipulasi kekuasaan dalam federasi anggotanya.

Jika FAM gagal mengklarifikasi isu yang ada, atau menemukan tanda-tanda ‘penggulingan yang disengaja’ terhadap Joehari, FIFA kemungkinan besar akan membuka penyelidikan.

Hal ini akan membawa konsekuensi yang tak terduga bagi sepak bola Malaysia, mulai dari pembatasan hak untuk berpartisipasi dalam turnamen internasional, hingga risiko larangan sementara, yang telah terjadi pada beberapa tim sepak bola regional.

Isu lain yang diutarakan Pekan Ramli adalah FAM tidak mengadakan kongres luar biasa untuk memilih presiden baru dalam waktu 3 bulan, melainkan memilih untuk tetap memegang jabatan wakil presiden hingga tahun depan.

Menurutnya, langkah ini membuktikan adanya rencana yang telah disusun sebelumnya, sebagai ‘penyempurnaan skenario kudeta’.

Namun, pendekatan ini juga berarti bahwa sepak bola Malaysia harus hidup dengan ketidakstabilan setidaknya selama 12 bulan ke depan, ketika keputusan-keputusan besar berada di tangan tim kepemimpinan sementara, sehingga sulit untuk menciptakan kepercayaan dan ketegasan yang diperlukan.

Sepak bola Malaysia mengatasi tantangan

Menjelang laga lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027, Timnas Malaysia jelas membutuhkan fondasi yang stabil di jajaran petinggi.

Federasi yang terjerumus dalam kontroversi hanya menambah kebingungan di antara para pemain, pelatih, dan penggemar.

Faktanya, FAM telah mengalami krisis berkali-kali, tetapi guncangan pengunduran diri ini sangat serius karena terjadi di saat sepak bola Malaysia diperkirakan akan bangkit berkat kebijakan naturalisasi pemain.

Kemenangan 4-0 atas Vietnam pada bulan Juni di Kualifikasi Piala Asia 2027 memang menggembirakan, tetapi kini gaungnya dibayangi oleh ketidakstabilan internal.

Para pakar seperti Pekan Ramli sepakat bahwa FAM perlu segera menemukan peta jalan untuk rekonstruksi.

Menunjuk Yusof Mahadi sebagai presiden sementara mungkin merupakan solusi sementara, tetapi jika rencana yang transparan tidak segera disusun, strukturnya stabil, dan masalah keuangannya diselesaikan, sepak bola Malaysia akan menanggung akibatnya.

Pengunduran diri Joehari Ayub setelah hanya setengah tahun meninggalkan kekosongan kekuasaan yang patut dipertanyakan.

FAM kini menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni memulihkan kepercayaan publik dan menghindari risiko intervensi FIFA.

Jika tidak segera diambil tindakan, ketidakstabilan yang berkelanjutan ini dapat memperlambat kemajuan sepak bola Malaysia, sementara rival-rival regionalnya sedang berusaha untuk menembusnya.

Insiden ini menjadi peringatan bagi FAM bahwa sepak bola tidak akan berkembang jika tata kelolanya masih ambigu dan penuh kontradiksi.

Hanya keputusan yang transparan, tegas, dan berpihak pada kepentingan bersama yang dapat menarik sepak bola Malaysia keluar dari pusaran kontroversi dan kembali ke jalur yang stabil.

Sempat Berseragam Timnas Indonesia, 5 Pemain Keturunan Ini Menghilang dan Tak Pernah Lagi Perkuat Garuda: Nomor 1 Karena Dilarang FIFA

Meski sempat berseragam Timnas Indonesia, sejumlah pemain keturunan ini justru tak pernah dinaturalisasi dan akhirnya tak lagi membela Garuda di ajang resmi.

Jakarta, tvOnenews.com – Meski sempat berseragam Timnas Indonesia, sejumlah pemain keturunan berikut justru tak pernah dinaturalisasi dan akhirnya tak lagi membela Garuda di ajang resmi.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir PSSI cukup gencar mendatangkan pemain keturunan demi meningkatkan kualitas Timnas Indonesia.

Teranyar, federasi baru saja mengumumkan kehadiran Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra sebagai amunisi anyar untuk skuad Merah Putih.

Miliano Jonathans

 

Kehadiran dua penyerang ini diprediksi bakal menjadi alternatif penting bagi Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat.

Hal ini mengingat kondisi Ole Romeny, ujung tombak utama Garuda, yang kemungkinan besar absen karena cedera.

Namun, terlepas dari kedatangan nama-nama baru, sejatinya ada sejumlah pemain keturunan yang sempat mengenakan jersey Timnas Indonesia dalam laga uji coba nonresmi.

Sayangnya, mereka tak pernah benar-benar dinaturalisasi dan kembali memperkuat Garuda.

Lantas, siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya:

Kai Boham
Nama pertama adalah Kai Boham. Pemain berusia 22 tahun ini pernah memperkuat Timnas Indonesia U-20 di ajang Toulon Tournament 2022.

Tercatat, Boham tampil dalam dua laga uji coba bersama Garuda Muda dan bahkan mampu mencetak dua gol.

Kai Boham

Namun, setelah itu tidak ada kelanjutan terkait proses naturalisasi sang pemain.

Karier Boham pun sempat meredup. Musim lalu, ia tercatat membela klub kasta ketiga Liga Thailand, Phuket Andaman FC.

Zico Soree
Berikutnya ada Zico Soree. Striker 22 tahun ini pernah dipanggil Shin Tae-yong untuk menjalani laga uji coba pada 2022.

Menurut data Transfermarkt, Zico sempat bermain sekali saat Timnas Indonesia menghadapi Slovakia U-20.

Namun, setelah laga tersebut namanya menghilang dari radar. Hingga kini, Zico belum kembali masuk rencana naturalisasi Timnas.

Zico Soree

 

Saat ini, ia memperkuat klub Belanda, DVS ’33, yang berkompetisi di Derde Divisie A atau kasta keempat.

Kelana Mahessa
Kelana Mahessa sempat digadang-gadang sebagai salah satu gelandang potensial Garuda Muda.

Namanya menjadi sorotan publik ketika ikut pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 di Eropa.

Ia bahkan diturunkan Shin Tae-yong dalam uji coba melawan klub Kroasia, Hajduk Split, yang dimenangkan Garuda Muda.

Dalam laga itu, Kelana tampil cukup menjanjikan hingga dikabarkan bakal segera dinaturalisasi.

Namun, hingga kini Kelana belum juga menjadi WNI dan namanya tak lagi terdengar di pemanggilan Timnas.

Sem Yvel
Sem Yvel juga sempat mencicipi atmosfer internasional bersama Timnas Indonesia.

Sem Yvel

 

Ia tampil dalam dua laga di ajang Toulon Tournament 2024, masing-masing saat menghadapi Ukraina dan Jepang—bahkan turun sebagai starter kontra Jepang.

Sayangnya, dua laga tersebut menjadi penampilan terakhir Yvel bersama skuad Garuda. Hingga kini, ia belum pernah kembali dipanggil memperkuat Indonesia.

Mauresmo Hinoke
Terakhir adalah Mauresmo Hinoke, pemain yang kini menjadi andalan klub kasta kedua Liga Belanda, TOP Oss.

Hinoke sempat memperkuat Timnas Indonesia di Toulon Tournament 2024, tampil dalam lima pertandingan, dan mencetak satu gol saat melawan Jepang.

Namun, proses naturalisasinya kandas lantaran tidak memenuhi syarat FIFA.

Pasalnya, Hinoke hanya memiliki garis keturunan Indonesia dari buyutnya, sementara FIFA hanya memperbolehkan naturalisasi jika pemain memiliki garis keturunan maksimal dari kakek atau nenek.

Resmi! Ini Daftar Sanksi FIFA untuk Timnas Indonesia Jelang Laga Kontra Taiwan dan Lebanon, PSSI Tekor!

Resmi! Ini Daftar Sanksi FIFA untuk Timnas Indonesia Jelang Laga Kontra Taiwan dan Lebanon, PSSI Tekor!
Kolase foto Stadion Gelora Bung Karno – Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketum PSSI Erick Thohir

Sumber :

  • I
FIFA resmi menjatuhkan dua sanksi sekaligus untuk Timnas Indonesia jelang pertandingan lawan Taiwan dan Kuwait. Ini daftarnya.

Jakarta, tvOnenews.com – FIFA resmi menjatuhkan dua sanksi sekaligus untuk Timnas Indonesia jelang pertandingan lawan Taiwan dan Kuwait. Ini daftarnya.

Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi rangkaian pertandingan penting di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Timnas Indonesia yang tergabung di Grup B harus berhadapan dengan dua raksasa Timur Tengah, yakni Arab Saudi dan Irak.

Sebagai persiapan menuju laga krusial tersebut, anak asuh Patrick Kluivert akan lebih dulu menjalani dua partai uji coba.

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert

Skuad Garuda dijadwalkan melawan Taiwan pada 5 September, lalu berhadapan dengan Lebanon pada 8 September mendatang.

Menariknya, Taiwan sejatinya bukan lawan awal yang diproyeksikan oleh PSSI untuk menghadapi tim besutan Patrick Kluivert tersebut.

Mereka ditunjuk menggantikan Kuwait yang secara mendadak membatalkan partisipasi beberapa hari sebelum pertandingan.

Dua laga persahabatan itu rencananya akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, yang juga menjadi markas Persebaya.

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny

Sumber :

  • tvOnenews-Julio Tri Saputra

 

Kluivert telah merilis daftar 27 pemain yang dipanggil, meski tidak semua wajah lama kembali masuk skuad.

Beberapa pilar utama justru harus absen seperti Maarten Paes, Ivar Jenner, serta Ole Romeny dipastikan absen karena masalah cedera.

Walaupun begitu, Jenner sudah kembali berlatih bersama FC Utrecht, namun belum fit sepenuhnya untuk membela Garuda.

Di sisi lain, ada kejutan manis bagi Bobotoh karena kapten Persib Bandung, Marc Klok, kembali dipercaya.

Kapten Persib Bandung Marc Klok kembali dipanggil ke Timnas Indonesia

Sumber :

  • Instagram @marcklok

 

Gelandang naturalisasi tersebut terakhir kali memperkuat timnas lebih dari setahun lalu, sehingga pemanggilannya menjadi sorotan besar.

Namun di tengah persiapan, Timnas Indonesia justru menerima kabar kurang mengenakkan dari FIFA.

Induk sepak bola dunia itu mengumumkan dua sanksi terhadap PSSI terkait pelanggaran disiplin pada laga kualifikasi sebelumnya.

Kasus pertama terjadi saat Indonesia menghadapi China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 5 Juni 2025.

Logo FIFA

Sumber :

  • Twitter/@FIFA

 

Pada pertandingan tersebut, FIFA menilai panitia pertandingan gagal menjaga ketertiban sehingga hukuman diberikan untuk PSSI.

“Ketertiban dan keamanan pertandingan, Kegagalan memastikan bahwa hukum dan ketertiban terjaga di dalam dan di sekitar stadion dan bahwa pertandingan diselenggarakan dengan baik,” bunyi pernyataan resmi FIFA.

Untungnya, PSSI hanya diberikan sanksi berupa teguran keras dari FIFA sehingga tidak memengaruhi laga kontra Taiwan dan Lebanon.

Sanksi kedua dijatuhkan FIFA usai laga tandang melawan Jepang di Suita City Stadium pada 10 Juni 2025.

“Ketertiban dan keamanan dalam pertandingan, Penggunaan gerakan, kata-kata, benda, atau cara lain apa pun untuk menyampaikan pesan yang tidak pantas untuk acara olahraga,” tulis FIFA.

Atas dua pelanggaran itu, PSSI dijatuhi denda sebesar 5 ribu dolar AS atau sekitar Rp82 juta. (fan)

Pemain Timnas Indonesia Angkat Suara tentang Kondisi Mencekam di Tanah Air

Pemain Timnas Indonesia Angkat Suara tentang Kondisi Mencekam di Tanah Air
Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sumber :

  • AFC
Beberapa pemain Timnas Indonesia ikut menyoroti situasi mencekam yang terjadi di Indonesia, khususnya demo besar yang terjadi di Jakarta dan daerah lainnya.

tvOnenews.com – Beberapa pemain Timnas Indonesia ikut menyoroti situasi mencekam yang terjadi di Indonesia, demo besar yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah lainnya di tanah air.

Seperti diketahui, sejumlah masyarakat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Aksi ini pertama kali dilakukan pada Senin (25/8).

Pada hari Kamis, 28 Agustus, sejumlah buruh turut turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya. Di hari yang sama, beberapa mahasiswa dan elemen masyarakat ikut bergerak ke jalan.

Namun, pada sore hingga malam hari, aksi demo tersebut berubah menjadi kericuhan, akibatnya satu orang driver ojol bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah dilindas kendaraan rantis milik Brimob.

Mendiang Affan telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta, pada hari Jumat (29/8) sekitar pukul 10.20 WIB.

Tewasnya Affan memicu masyarakat marah, sejumlah organisasi ojol melakukan aksi di depan Polda Metro Jaya, Mako Brimob Kwitang hingga Mabes Polri.

 

Aksi ini pun kembali berujung ricuh dengan aksi pembakaran sejumlah fasilitas umum hingga kantor polisi oleh Massa.

Tak hanya fasilitas umum di Jakarta, kemarahan massa melebar ke sejumlah penjuru tanah air, salah satu Makassar, Sulawesi Selatan.

Gedung DPRD Makassar dibakar saat kericuhan, mengakibatkan 3 orang tewas.

Sementara itu, masifnya aksi unjuk rasa tak hanya di lapangan saja, tapi juga menjadi trending topic di media sosial x (dulunya twitter) dan Instagram.

Hal itu turut menjadi perhatian dari para pemain Timnas Indonesia, dari Rizky Ridho hingga pemain keturunan Justin Hubner.

Rizky Ridho memposting sebuah pesan yang viral di media sosial.

Dalam fitur di Instagram story miliknya, pemain yang membawa Timnas Indonesia dan kapten Persija Jakarta itu mengunggah sebuah gambar gedung DPR di Senayan yang tengah diduduki massa berwarna hitam putih.

{{imageId:364860}}

Di dalam foto itu juga terlihat simbol burung garuda berwarna hitam dengan tulisan ‘RIP Indonesia’s Democracy’.

Sejatinya, unggahan itu sudah lebih dulu beredar di media sosial oleh para pengguna lain, termasuk tokoh-tokoh yang menentang perlakuan anggota DPR yang joget-joget, dan tunjangan yang naik di kala rakyat menderita.

Beberapa Anggota DPR RI juga dinilai tak berempati ketika memberikan komentar di publik seperti ucapan kontoversial Ahmad Sahroni yang mengatakan ‘Orang tertolol sedunia’.

Update terbaru, massa menjarah kediaman Ahmad Sahroni, mengambil beberapa barang-barang mewah.

Tak hanya itu, Rizky Ridho sampai mengunggah foto sedang mengenakan pita hitam yang disematkan di ban kaptennya, sambil menuliskan pesan ‘Stay safe Jakarta’.

Selain Rizky Ridho, ada beberapa pemain Timnas Indonesia lainnya ikut bersuara terkait situasi sosial politik yang terjadi di tanah air, di antaranya Jordi Amat, Justin Hubner, Ivar Jenner, Beckham Putra, Muhammad Gholy. (ind)

Eks Mertua Pratama Arhan Koar-koar Bongkar Kebiasaan Buruk Mantan Suami Azizah Salsha, Ternyata Aslinya Itu…

tvOnenews.com – Tepat 19 hari sebelum hari jadi pernikahan yang kedua dengan Azizah Salsha, Pratama Arhan justru mengajukan pendaftaran perceraiannya di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang.

Pengadilan pun telah memutuskan, bahwa pada Senin (25/8/2025), Pratama Arhan dan Azizah Salsha resmi bercerai secara verstek.

Seperti diketahui, Arhan dan Azizah diketahui menikah di Masjid Indonesia Tokyo, Tokyo, Jepang pada 20 Agustus 2023.

Kala itu pernikahan mereka juga tak kalah menghebohkan, karena kedekatannya keduanya sangat jarang tersorot kamera, tapi tiba-tiba sudah sah menikah.

Di sisi lain, usia keduanya yang terbilang masih sangat muda kala itu juga tak kalah membuat banyak orang terheran-heran tentang keputusan yang mereka ambil.

Saat menikah pada tahun 2023 lalu, Arhan diketahui baru berusia 21 tahun dan Azizah Salsha 19 tahun.

 

Meski biasanya pengantin baru dikenal masih cinta-cintanya, sayangnya rumah tangga Arhan dan Azizah sudah mulai diterpa isu miring.

Bermula dari Azizah yang dinilai netizen tak menghargai suaminya, karena masih memasang foto mantan kekasihnya di media sosial, hingga isu perselingkuhan terus menerpa rumah tangga keduanya yang baru seumur jagung.

Foto pernikahan Pratama Arhan dan Azizah Salsha

 

Jauh sebelum Arhan dan Azizah dinyatakan sah bercerai, bek Timnas Indonesia itu sudah lebih dulu menjadi perbincangan di media sosial.

Bukan karena performanya di lapangan hijau, melainkan karena kejadian di tengah keluarga Andre Rosiade dan Nurul Anastasia, yang saat itu masih berstatus sebagai mertuanya.

Dalam sebuah video viral yang diunggah di Instagram milik Andre Rosiade, terlihat suasana hangat saat keluarga besar berkumpul untuk makan malam.

Di sana, Arhan terlihat duduk tenang sambil menyuapi keponakan Andre Rosiade. Namun, suasana penuh tawa itu mendadak berubah jadi panggung laporan ‘resmi’ ke salah satu tokoh populer di Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pratama Arhan

Awalnya, Andre melakukan panggilan video ke Dedi Mulyadi sambil melaporkan bahwa keponakannya sulit disuruh makan.

Namun, kejutan belum berakhir. Tiba-tiba, Nurul Anastasia, ibunda Azizah, ikut menyela dan mengadukan tentang kebiasaan jelek Arhan.

“Kang Dedi yang ini juga nih, Kang Dedi. Ini dia pemain bola, nih, Arhan Pratama. Dia juga sama, nih, malas solat, nih,” ujar Nurul Anastasia dalam video yang diunggah pada Minggu (18/5/2025) lalu.

“Bawa ke barak. Bawa ke barak, Kang Dedi,” sambungnya sambil menunjuk ke arah Arhan.

 

Seketika, ekspresi Pratama Arhan berubah. Awalnya, tersenyum malu-malu, ia langsung mencoba ‘bersembunyi’ di balik tubuh sang ibu mertua sambil tertawa kikuk.

Netizen pun tak butuh waktu lama untuk menjadikan momen ini viral dan penuh komentar kocak.

Nurul Anastasia, ibu mertua Arhan Pratama itu melaporkan kelakuan menantunya ke Dedi Mulyadi

 

Video tersebut tidak hanya mengundang gelak tawa, tapi juga memunculkan tren baru di media sosial, yakni “Laporkan ke Kang Dedi”.

Tren itu sering dipakai netizen untuk menyindir atau bercanda soal berbagai tingkah lucu anggota keluarga atau sahabat. (ism)

Azizah Salsha Jujur Menyesal Kenal Pratama Arhan, Sebelum Digugat Cerai Ternyata Pernah Bilang…

Tak disangka sebelum digugat cerai, Azizah Salsha ternyata pernah bilang menyesal kenal Pratama Arhan. Begini cerita lengkapnya!

tvOnenews.com – Kisah rumah tangga pesepakbola Timnas Indonesia, Pratama Arhan, dengan istrinya Azizah Salsha atau Zize, kini sedang berada di ujung tanduk.

Pasangan yang menikah di Tokyo pada 20 Agustus 2023 itu resmi menjalani sidang perdana perceraian di Pengadilan Agama Tigaraksa, Banten, pada Senin (25/8/2025).

Gugatan cerai talak didaftarkan oleh Arhan sejak 1 Agustus 2025 dengan kuasa hukum Singgih Tomi Gumilang.

4 Kontroversi Paling Viral, Diduga Jadi Alasan Azizah Salsha Digugat Cerai Pratama Arhan

Momen sidang tersebut langsung menjadi perhatian publik, mengingat rumah tangga mereka memang tak pernah jauh dari isu miring sejak awal pernikahan.

Sebelumnya, nama Azizah sempat terseret rumor perselingkuhan dengan Salim Nauderer, kekasih dari selebgram Rachel Vennya.

Kabar itu bahkan disebut-sebut diungkap langsung oleh Pratama Arhan kepada Rachel.

Meski demikian, baik Zize maupun Salim sudah membantah isu tersebut.

Walau sudah dibantah, gosip itu tetap menimbulkan pro kontra di kalangan netizen.

Di sisi lain, Arhan berulang kali mencoba memperlihatkan sikap romantis dengan masih kerap mengunggah foto mesra bersama istrinya di media sosial.

Namun keharmonisan itu rupanya tak bertahan lama.

Azizah Salsha Ungkap Penyesalan di Podcast

Istri Pratama Arhan, Azizah Salsha

 

Menariknya, sebelum isu perceraian muncul, Azizah sempat membicarakan soal penyesalan dalam hidupnya di sebuah podcast YouTube Justinus Lhaksana pada 14 Juni 2024.

Awalnya, saat ditanya apakah ada hal yang disesali, Azizah menegaskanjika tak ada yang ia sesali.

“Enggak ada yang aku sesalin lah. Masa lalu. Lihat ke depan, enggak ada yang perlu aku sesali,” kata Azizah, dikutip dalam tayangan YouTube Justinus Lhaksana.

“Enggak ada, karena masa lalu enggak usah dilihat-lihat lagi ke belakang,” tambahnya.

Namun setelah didesak oleh para pembawa acara, akhirnya Azizah mengungkap satu hal yang paling ia sesali.

“Ada, kenapa baru ketemu Arhan-nya tahun lalu,” jawab Zize disusul tawa.

Ucapannya tersebut sempat mengundang gelak tawa host dan memperlihatkan bagaimana rasa cintanya kepada sang suami kala itu.

Sayangnya, pernyataan manis itu kini berbanding terbalik dengan kenyataan.

Proses perceraian tetap berjalan, dan kebahagiaan yang dulu sempat mereka bagikan ke publik kini hanya tinggal cerita.

Meski penyebab perceraian belum diungkap secara detail, isu-isu yang terus menghantam rumah tangga mereka diyakini menjadi salah satu pemicu retaknya hubungan yang baru berjalan dua tahun ini.

Media Vietnam Melongo Lihat Calvin Verdonk Ditawar Lille: Sepak Bola Asia Tenggara Meledak!

Media Vietnam Melongo Lihat Calvin Verdonk Ditawar Lille: Sepak Bola Asia Tenggara Meledak!

Calvin Verdonk menyanyikan lagu Indonesia Raya saat Timnas Indonesia menantang Australia di Sydney, 20 Maret 2025. Dia dan rekan-rekannya kini sudah siap meladeni Bahrain pada 25 Maret 2025.

SUPERBALL.ID – Media Vietnam sangat terkejut usai mengetahui bek kiri Timnas Indonesia Calvin Verdonk ditawar klub raksasa Prancis, LOSC Lille.

Laporan ESPN.nl menyebutkan bahwa LOSC Lille telah mengajukan penawaran terhadap bek NEC Nijmegen, Calvin Verdonk.

Klub raksasa Liga Prancis itu menawar Calvin Verdonk dengan harga 3 juta euro atau sekitar Rp56 miliar.

Lille merupakan salah satu klub terpandang di Ligue 1, klub yang saat ini ditukangi pelatih lokal Bruno Genesio.

Klub ini juga diperkuat sejumlah pemain ternama dunia seperti Olivier Giroud, Thomas Meuiner, hingga Andre Gomes.

Tak heran jika kabar ketertarikan Lille kepada Verdonk membuat publik Asia Tenggara terguncang.

Khususnya Vietnam, lewat media lokalnya, transfer Verdonk ke Lille akan membuat sepak bola Asia Tenggara meledak.

 

“Pemain Indonesia akan dibeli raksasa Prancis dengan harga tak terbayangkan,” tulis TheThao247.vn.

“Sebuah kesepakatan yang dapat mengguncang sepak bola Asia Tenggara hingga meledak.”

“Klub Prancis, Lille, tertarik merekrut pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk dan bersedia membayar dengan biaya sangat besar.”

Bursa transfer Eropa memang belum tutup, setidaknya masih ada beberapa hari sebelum masuk bulan September.

Menurut ESPN, negosiasi transfer Verdonk ke Lille akan segera difinalisasi sebelum bursa transfer resmi ditutup.

Sementara kontrak Verdonk dengan NEC Nijmegen masih sampai Juni 2028, sang pemain tidak bisa pergi dengan bebas.

 

“Calvin Verdonk dianggap sebagai pilihan ideal berkat kemampuan ofensif dan defensif yang komprehensif.”

“Kecepatannya yang mumpuni dan dukungan serangan yang impresif, biaya 3 juta euro dari Lille dinilai cukup masuk akal.”

“Akan tetapi, keberhasilan transfer masih bergabung pada keputusan NEC Nijmegen,” tulis TheThao247.vn lagi.

Menurut sumber internal, NEC masih akan mempetimbangkan tawaran dari Lille sebelum mengambil keputusan.

Isi Gugatan Bocor, Pratama Arhan dan Azizah Salsha Sudah Tidak Serumah Sejak 2024

Isi Gugatan Bocor, Pratama Arhan dan Azizah Salsha Sudah Tidak Serumah Sejak 2024

Pratama Arhan dan Azizah Salsha sudah tidak serumah sejak 2024.

SUPERBALL.ID – Di balik sidang perceraiannya, Pratama Arhan dan Azizah Salsha ternyata sudah berpisah rumah sejak September 2024.

Pratama Arhan dan Azizah Salsha resmi bercerai menyusul putusan cerai dari Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa pada 25 Agustus 2025.

Putusan tersebut diketok secara verstek atau tanpa kehadiran pihak tergugat, mengingat Azizah Salsha yang tidak hadir dalam dua persidangan.

Sehingga, tidak adanya upaya hukum dari Azizah membuat Arhan hanya perlu mengucapkan ikrar talak untuk meresmikan status dudanya.

Saat ini tengah beredar luas di media sosial perihal isi gugatan cerai yang diajukan Pratama Arhan.

Hal itu terlihat dari akun TikTok @ekstrorydumps yang memperlihatkan berkas yang diduga isi gugatan cerai Arhan.

Dan salah satu yang menarik perhatian adalah pemicu retaknya keharmonisan keluarga yang dibangun Arhan dan Azizah.

 

Puncak pertengkaran terjadi pada September 2024, dan sejak saat itu hingga kini keduanya sudah tidak tinggal satu atap.

Sejak saat itu pula tidak ada hubungan layaknya suami dan istri yang terjadi antara Pratama Arhan dan Azizah.

“Pada bulan September adalah puncak pertengkaran antara pemohon dan termohon terjadi,” bunyi isi gugatan.

“Yang menyebabkan pemohon dan termohon berpisah rumah hingga saat ini. Pemohon pergi meninggalkan termohon.”

“Sehingga sejak saat itu pemohon dan termohon sudah tidak lagi berhubungan layaknya suami istri.”

Isu retaknya rumah tangga Arhan sebenarnya sudah muncul sejak pemberitaan heboh terhadap Azizah Salsha yang bertemu kembali dengan mantan kekasihnya.

Sementara, bocornya berkas yang diduga isi gugatan cerai Arhan terhadap Azizah ini semakin memperkeruh keadaan.

 

Namun, tidak sedikit yang menyangsikan kebenaran dokumen tersebut, sementara sudah tersebar di berbagai media.

Arhan pun semakin mendapat banyak simpati dari netizen, sedangkan Azizah menuai banyak hujatan.

Hingga kini belum ada respons dari Arhan maupun Azizah, termasuk Andre Rosiade selaku ayah dari Azizah, mertua Arhan.

Arhan sendiri kini sudah kembali menjalani karier di Liga Thailand bersama Bangkok United sejak pertengahan Agustus ini.

Usai Pemain Naturalisasi Keceplosan, Presiden FAM Malaysia Diam-diam Mengundurkan Diri

Usai Pemain Naturalisasi Keceplosan, Presiden FAM Malaysia Diam-diam Mengundurkan Diri

Datuk Joehari Ayub yang ditunjuk sebagai Presiden FAM bulan lalu, mengakui masih banyak hal yang harus diperbaiki.

SUPERBALL.ID – Datuk Joehari Ayub dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatan Presiden FAM usai pemain naturalisasi keceplosan.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tengah mengalami pergolakan besar usai salah satu pemain naturalisasi keceplosan soal asal-usul keturunan.

Datuk Joehari Ayub dikabarkan telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Presiden FAM pekan lalu.

Joehari Ayub ditunjuk sebagai Presiden FAM pada Februari 2025, kurang dari setengah tahun gebrakan besar sudah dilakukan.

Khususnya dalam program naturalisasi, banyak pemain tiba-tiba ditemukan Malaysia dan langsung membela tim nasional.

Timnas Malaysia pun tampil trengginas usai diperkuat banyak pemain naturalisasi, Vietnam jadi korban pertama mereka.

Juara ASEAN Cup 2024 itu dibantai 0-4 dalam pertemuan di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 di Kuala Lumpur.

Namun, euforia itu dikejutkan dengan pengakuan salah satu pemain naturalisasi, Facundo Garces, soal garis keturunan Malaysia.

Secara sadar, Garces mengaku bahwa garis keturunan Malaysia yang dimiliki berasal dari kakek buyutnya, tak pelak hal itu membuat geger.

 

Pasalnya, naturalisasi hanya bisa dilakukan pemain keturunan dengan maksimal garis keturunan ketiga, bukan di atas itu.

Setelah viral, Garces pun segera mengklarifikasinya dengan mengaku adanya kesalahan dalam terjemahan.

Tak lama setelah itu, muncul isu Presiden FAM akan digulingkan dan diganti oleh wakil presiden mereka.

Kabar itu ternyata berlanjut, hingga akhirnya Datuk Joehari Ayub dikabarkan telah mengajukan surat pengunduran diri.

Menariknya, surat pengunduran diri itu diberikan Joehari Ayub satu minggu yang lalu.

Kali terakhir Joehari Ayub kelihatan batang hidungnya pada 11 Agustus saat memimpin rapat di Wisma FAM, setelah itu ia absen dari kegiatan FAM

Laporan media Malaysia, NST.com.my, menyebutkan bahwa alasan Joehari Ayub mengundurkan diri adalah karena kesehatan.

“Terakhir ia terlihat di Wisma FAM pada 11 Agustus, ketika ia memimpin rapat komite eksekutif khusus pertama untuk masa jabatan 2025-2029.”

 

“Semenjak itu, ia absen dari pertemuan dan acara FAM. Sehingga memicu spekulasi ia akan mengundurkan diri.”

“Dan diketahui, ia telah mengajukan surat pengunduran diri pada Jumat lalu dengan alasan kesehatan,” tulis NST.com.my.

Meski begitu, FAM belum memberikan respons resmi perihal isu mundurnya Joehari Ayub dari jabatan presiden federasi.